Listrik merupakan kebutuhan pokok
dikehidupan ini, jadi tak heran jika dimanapun kita berada dan kapanpun pasti
kita selalu berhubungan dengan listrik baik itu dirumah yang banyak
peralatan-peralatan listrik atau saat diluar membawa perangkat elektronik
seperti handphone dan yang lainnya. Bahkan dialam pun ada listrik, saat mendung
dan hujan pun listrik dapat tercipta dari kilat yang berada di awan atau petir
yang menyambar permukaan. Tapi pernahkah kalian berpikir untuk mempelajari
mengenai listrik? Walaupun kita sekolah/kuliah/kerja bukan di jurusan yang
berkaitan dengan listrik, kita juga bisa mempelajarinya kok, bahkan dari sini
kita dapat belajar mengenai listrik.
Soalnya belajar mengenai listrik
itu sangat penting dan menyenangkan loh.
Arus listrik terbagi dari 2 jenis, yaitu listrik AC dan listrik DC.
Arus listrik AC dihasilkan oleh
sumber pembangkit tegangan listrik yang terdapat pada pembangkit tenaga
listrik. Nah, listrik yang disalurkan oleh PLN ke rumah/bangunan-bangunan merupakan
arus listrik jenis AC.
- Listrik AC 1 fasa menggunakan 2 kawat terdiri dari kawat fasa/line(bertegangan) dan kawat netral. Listrik dari PLN merupakan listrik 3 fasa, namun untuk rumah atau bangunan yang tidak menggunakan daya yang besar biasanya hanya disalurkan 1 fasa. Umumnya di Indonesia listrik 1 fasa memiliki tegangan berkisar antara 220-240 Volt.
- Listrik AC 3 fasa menggunakan 4 kawat terdiri dari 3 kabel fasa/line dan 1 kabel netral, dimana tiap kabel fasa memiliki tegangan yang sama namun memiliki perbedaan sudut antar fasa sebesar 120 derajat. Umumnya listrik AC 3 fasa banyak digunakan di industri/pabrik atau bangunan yang membutuhkan suplai daya yang besar. Pada listrik AC terdapat 3 jenis daya yaitu daya aktif (watt), daya reaktif (VAR), dan daya semu (VA).
Berbeda dengan arus AC yang memiliki 3
fasa, listrik DC hanya memiliki 1 fasa dan hanya terdapat 2 kutub, yaitu kutub
positif dan kutub negatif. Sumber listrik DC terdapat pada baterai, aki,
ataupun adaptor handphone/laptop.
Rangkaian elektronika biasanya
menggunakan sumber listrik DC. Kita tahu bahwa kebanyakan peralatan-peralatan
elektronik menggunakan listrik AC sebagai sumber untuk mengaktifkannya, tapi
sebenarnya peralatan-peralatan elektronik tersebut menggunakan listrik DC
sebagai sumbernya. Namun di dalam peralatan elektronik terdapat rectifier atau rangkaian penyearah yang
berfungsi untuk mengubah listrik bolak-balik (AC) menjadi listrik searah (DC).
Setelah mengetahui jenis-jenis
listrik diatas, semoga kalian mengerti dan paham. Jadi, jangan coba-coba
menghubungkan peralatan listrik DC ke sumber listrik AC secara langsung yah :) bisa-bisa
alatnya rusak atau meledak >.< dan MCB dirumah langsung trip.
Oke, mungkin begitu saja dulu untuk
memahami mengenai dasar listrik. Kalau ada yang belum dimengerti jangan sungkan
bertanya di kolom komentar dan apabila ada salah mohon di koreksi yah, karena disini
kita sama-sama belajar :)
Sampai jumpa di postingan selanjutnya
dan terima kasih telah berkunjung




